Kamis, 23 Februari 2012

Ibu Rumah Tangga

Pekerjaan menjadi Ibu Rumah Tangga / Ibu RT (dibaca Er Te) mungkin adalah pekerjaan paling tua yang ada di muka bumi ini setelah Hawa melehirkan anak-anaknya. Anehnya profesi ini belum mendapatkan sebuah penghargaan yang dibutuhkan untuk membuat banyak wanita bangga dengan tugas-tugas yang dilakoninya setiap hari.

Seorang wanita mungkin akan lebih bangga menjawab bahwa dirinya adalah seorang wanita kerier dibanding jika ia menjawab profesinya adalah seorang ibu rumah tangga. Sangat miris bukan?

Padahal sesungguh profesi ini adalah profesi paling mulia yang ada di atas bumi ini. Seorang pria akan sukses jika ia mendapatkan dukungan dari minimal 2 wanita di bumi ini : Istrinya dan Ibunya!!

Lebih aneh lagi pada saat profesi yang akan dilakoni seumur hidup oleh seorang perempuan, jika kelak ia akan menikah, belum ada sekolahnya atau pendidikannya ??! Oleh karena itu berdasarkan fakta dan kepedulian terhadap banyak wanita dan masa depan bangsa, sudah sepantasnya pihak-pihak yang tergugah hatinya berpartisipasi dalam mendukung program pemberdayaan wanita. Semata-mata karena peran dan kehidupan akan lebih indah dan mudah diatur jika para istri, ibu berperan aktif.

Hal di atas adalah beberapa hal yang memicu diciptakannya Sekolah Menjadi Wanita. Sebuah lembaga yang peduli dan ingin memberdayakan wanita lewat hal-hal bermanfaat dan pengetahuan yang dapat memperbaiki kehidupan manusia di muka bumi ini.

Menjadi seorang wanita adalah sebuah takdir yang diberikan Sang Khalik kepada banyak perempuan. Namun banyak wanita tidak menyadari berkah ini sehingga banyak yang merasa terperangkap, menjalani peran dengan mengalir saja dan hampir-hampir tidak pernah bermimpi untuk sesuatu yang melebihi apa yang telah ‘dikondisikan’ kepada mereka.

Walaupun fakta mengungkapkan bahwa modernisasi disegala bidang telah dilakukan & para wanita boleh ikut berpartisipasi aktif di sana, namun sampai dengan saat ini kehidupan wanita masih ‘terkondisikan’ dan diartikan oleh para wanita sendiri sebagai masyarakat kelas dua (terutama dalam kehidupan yang berpegang pada sistem patriaki). Dengan demikian kehidupan para wanita seringkali hanya seputar 3 UR (daPUR, sumUR, kasUR). Padahal sesungguhnya Sang Khalik memiliki tujuan yang begitu mulia pada saat penciptaan seorang wanita.

Walaupun Anda menyadari atau tidak dampak dari ketidak-tahuan hal ini, segala konsekuensi dari hal ini akan tetap dirasakan dalam masyarakat. Pertanyaannya bukan apa dampaknya, namun KAPAN Anda akan ambil alih peran lingkungan itu ? Apakah Anda MAU ?

Hanya Anda yang bisa menjawabnya.

Temukan jawaban Anda dalam bahasan ringan dan sederhana lewat buku "Thank God I'm A Woman" di Toko Buku gramedia seluruh Indonesia. Dapatkan bonus Seminat + Coaching seharga Rp 2,55jt (bagi 100 pendaftar ulang pertama).










0 komentar:

Poskan Komentar